Pesta Seks Bergilir Tanpa Sensor: Tukar Istri dan Penuh Sperma dengan 3 Pasangan Remaja

Kuulurkan tanganku ke sela jeruji pagar, menarik pipinya, membuatnya mengerang, membuka pagar dan memukuli pundakku.“Ray, bagaimana menurutmu tentang keperawanan?” Ahk. “Iya.”
“Sungguh, Ray?” Chie mengangkat kepalanya, senyumnya mengembang di sela air mata yang mengaliri pipinya. Bokeb ah…?”
Chie merasakan kebingunganku. “Sial lu, Jay.”
Jay tertawa, mengambil tempat di kursi di depanku, menatapku lekat dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. Itukah sebabnya kamu diam saja mendengar selorohanku tempo hari? “Sentuh aku, Ray!” desahnya di dadaku. Entahlah, itu urusan wanita. Karena Chie adalah seorang sahabat. Sudah kuduga. Chie, sederhana di balik gemerlap kehidupannya. “Masalah apa?” tanya Ray. Keperawanan itu datang dari hati, bukan dari sekedar selaput dara ataupun yang biasa disebut orang-orang darah malam pengantin.”
Kunyalakan batang rokok di sudut bibirku. “Tentu, seandainya Enni sudah menikah dengan orang lain dan aku masih belum bisa menemukan pelabuhanku.”
Chie meruncingkan bibirnya, dan menjatuhkan kepalanya kembali

Pesta Seks Bergilir Tanpa Sensor: Tukar Istri dan Penuh Sperma dengan 3 Pasangan Remaja