Nenek Tiongkok Menggoda di Perbatasan Selatan
Ia tidak lagi dingin dan ketus. Bokep Tante Mbak Wien sudah turun. Aku tidak menjepit tubuhnya. Agar kejadian kemarin terulang. Aku tidak berpakaian kini. Hitam. Daripada suntuk diam di rumah, tadi malam aku menyelesaikan kerjaan yang masih menumpuk.Kerjaan yang menumpuk sama merangsangnya dengan seorang wanita dewasa yang keringatan di lehernya, yang aroma tubuhnya tercium. Ia tersenyum ramah. Hari itu memang masih pagi, baru pukul 11.00 siang, belum ada yang datang, baru aku saja. Hah..? Bibirnya sedang tidak terlalu sensual. Aku masih mematung. Suara itu lagi. Tapi mengelap dengan handuk hangat sisa-sisa cream pijit yang masih menempel di tubuhku. Ini kesempatan kedua. Membuatku tidak berani. Turun tidak, turun tidak, aku hitung kancing. Hanya suara kebetan majalah yang kubuka cepat yang terdengar selebihnya musik lembut yang mengalun dari speaker yang ditanam di langit-langit ruangan.Langkah sepatu hak tinggi terdengar, pletak-pletok-pletok.
