Menggoyang ibu teman dengan iming-iming uang

Aku duduk menyepi sendiri di sana sambil menguras air mataku.Ya Tuhan, ampunilah segala dosadosaku ratapku seorang diri.Baru sore menjelang magrib aku pulang. Iya Pak, ambil beberapa barang dagangan, jawabku biasabiasa saja.Seperti biasa aku terus saja nyelonong masuk ke ruang dalam untuk mengambil barang yang kuperlukan.Tak kusangka, Pak Herman mengikutiku dari belakang. Bokeb Bus yang ditumpanginya ngebut dan nabrak truk tangki yang memuat bahan bakar bensin. Biarlah Untuk sementara kusimpan sendiri kepedihan hati ini.Dengan alasan hendak ke rumah teman, aku mandi dan membersihkan diriku (lagi). Kesadaranku entah berada di mana. Tetapi ternyata Pak Herman sudah kerasukan setan jahanam. Dengan penuh kesadaran akhirnya aku menjadi wanita simpanan Pak Herman di luar pengetahuan ibuku.Sampai sekarang rahasia kami masih tertutup rapat dan pertemuan kami sudah tidak terjadi di rumah lagi, tetapi lebih banyak di losmen, hotelhotel kecil dan di tempattempat peristirahatan.

Menggoyang ibu teman dengan iming-iming uang