Menebus Dosa dengan Menggemburkan Rahib Tiri yang Suci

Dia telah sampai di akhir rasa penasarannya dan kini saatnya untuk mengambil keputusan dengan nalar serta sedikit perhitungan matematis.Jarwo muda berdiri di depan pintu masuk sebuah bangunan bertingkat peninggalan Belanda yang dikenal sebagai rumah bordil. Ketika itu dia telah menyibakan kain kebaya wanita itu dan kemudian duduk di atas tikar diantara kedua kaki wanita yang mengangkang.Selanjutnya dia memandang ke arah ‘rerimbunan’ gelap yang terletak diantara kedua paha milik wanita itu sambil berharap sesuatu akan ‘membimbingnya’ memasuki ‘rerimbunan’ gelap yang penuh misteri itu. Bokeb Lalu dengan tangan yang setengah gemetar dia merogoh kantongnya serta membayar gadis itu. Dandanannya kelihatan agak menor hingga agak menyamarkan usia mudanya. Suasana yang cukup membuat pernafasan tercekik. Sepertinya gadis itu seumur dengannya sekitar 18-19th. Tanpa ragu Jarwo mengayunkan langkahnya menyeberangi lapangan terbuka itu. Senyuman polos itu tidak dapat disembunyikan oleh polesan make-up tebal

Menebus Dosa dengan Menggemburkan Rahib Tiri yang Suci