Ibu montok yang haus nafsu
Itu namaku. Aku hanya bisa terdiam terpaku. Bokep Benar saja, aku melihat Erik berbenah memberesi bajunya dan bergerak menuju pintu. Aku pun menunggunya untuk pulang sambil bermain Play Station di kamarku. Mungkin karena puber. Tanpa sadar, pipiku sudah dibasahi oleh air mata. Senyuman misterius menghiasi wajahnya. Dia memperhatikanku sejenak dan senyuman misterius itu hadir lagi.Dia pun membungkukkan tubuhnya,
“Hey, tukang ngintip cilik. “Eriik!! Ayo, aku temani kamu sampai kamu tertidur. Dia sangat memanjakan aku. Aku mulai sedikit meronta sambil berteriak. Tanpa sadar pipiku bersemu merah.Setelah pesta usai, Erik mengajakku istirahat di kamar hotel. Aku pun merasa ketakutan. Dan lagi, sekarang.. Aku pun mengikuti permainannya, sedikit takut, sedikit ingin tahu. Permainan berakhir.Tapi aku masih mematung di depan kamarnya, memperhatikan Erik dari sebelah pintu yang sedikit terbuka. Dan aku bisa tahu apa yang terjadi di dalam sana.
