Bagian Kedua: Kepala Hebat yang Tak Terkendali
Walaupun wajahku tidak terlalu cool tapi lumayanlah untuk beredar di pasaran. “Di Mel 3 F kak, tidak jauh kok.”
Kemudian setelah mobil berjalan, kami memulai pembicaraan ringan, mengenai kuliah, orang tua sampai ke hobby. Bokep JAV ah! Oh, betul sekali, ternyata impianku terkabul, aku bisa mendapatkan ciuman darinya. “Alex, mau pulang yah? Haruskah aku jadi pengecut terus. Adik sudah berapa lama ikut Pak Heru (nama pelatihku)?”
“Baru setengah tahun Om.” Jawabku seraya nyengir. Pandanganku tiba-tiba berhenti di saf ke 4, dia pria yang kemarin, hari ini dia jauh lebih tampan lagi bila dilihat lebih dekat, wajahnya dihiasi janggut yang sering dicukur rapih dan menimbulkan warna biru keabu-abuan, kelihatan maskulin sekali, hidungnya juga sangat mancung dan matanya bersorot tajam. “Bangun, cepat!” Perintah pelatih dengan suaranya yang berat.
